Keledai, Tuhan, dan Pemuda
Seorang filsuf Yunani pernah melontarkan suatu argumen:
Tuhan tentunya haruslah Maha Kuasa. Lantas, jika ingin membuktikan ketuhananannya tersebut, bisakah Ia menciptakan sebuah batu yang demikian beratnya sampai-sampai bahkan Ia sendiripun tak mampu mengangkatnya?
SOOO TRICKY. Tapi memang begitulah cara berpikir mereka. Menciptakan analogi yang sering di luar nalar mereka sendiri. Dan percaya atau tidak pemikiran-pemikiran seperti ini yang sering menguji keimanan kita. Sekali lagi, ini soal IMAN. Tentunya, percaya itu sangat berbeda dengan iman. Ketika kita sudah bilang beriman, kita mempercayai hal ghaib yang kita sendiripun belum pernah melihat, menyentuh, atau merasakannya.
Tapi tunggu dulu, sebagai pemuda kita layak berbangga lho. Karena julukan agent of change memang sudah melekat dari jaman para filsuf itu masih hidup. Ini salah satu kisahnya.
Suatu hari para filsuf sedang berkumpul beramai-ramai membicarakan suatu hal yang maha penting: jumlah gigi keledai. Perdebatan pun semakin alot
Ruccus: Menurut saya, jumlah gigi keledai itu haruslah ganjil yaitu 33
Caccus: Mana mungkin! Pasti genap, yang benar 32!
Pemuda: Bapak-bapak, di luar ada keledai sedang nganggur. Daripada debat kusir terus seperti ini, bagaimana kalau kita buka mulutnya lalu hitung jumlah giginya?
Semua hadirin: *bengong*
Thanks God pemuda membuktikan bahwa mereka masih bisa berpikir dengan akal sehatnya!